Subscribe:

goleki neng kene

Blogger templates

Kamis, 06 Juni 2013

Bertepuk Sebelah Tangan

           
            Setya, dia adalah siswa baru di Sekolah Menengah Atas ternama di Indonesia. Sekarang dia duduk di kelas X. Setya bertempat tinggal di sebuah desa yang masih asri, jarak dari rumah sampai sekolahnya sekitar 15 kilometer sehingga Setya dibelikan sebuah motor. Setya berangkat sekolah dari rumahnya pukul 06.00 sehingga sampai sekolah tidak terlambat.

            Setiap hari Setya mengikuti pelajaran seperti biasanya. Suasana kelas pun masih sunyi dan belum banyak yang bercanda tawa dengan teman-temannya karena belum begitu kenal. Lama kelamaan Setya mulai mengenal dekat teman sekelasnya yang laki-laki. Awalnya Setya biasa saja sama teman-teman sekelasnya, tetapi pada suatu hari dia melihat perempuan yang duduk di bangku paling depan tepatnya di dekat pintu masuk kelas, dia lalu berkata dalam hati subhanallah betapa cantiknya ciptaan-Mu ya Allah. Mulai saat itu Setya pun sering saling bertatapan dengan wanita di pojok kelas tersebut.

            Pada suatu hari Setya ingin sekali berkenalan dengannya, tetapi apa daya cintanya melemahkan kePDannya. Akhirnya dia mempunyai ide untuk mengetahui nama wanita tersebut, “Wah sebentar lagi bu guru ngabsen nih, aku harus memperhatikan ini biar tau namanya”, kata Setya dalam hati. Ibu guru pun mengabsen muridnya, Setya langsung memperhatikan teman-teman sekelasnya yang sedang diabsen terutama wanita yang sekarang menjadi pujaannya. Akhirnya Setya pun mengetahui nama wanita tersebut, dia bernama Widya.

            Di Sekolah Setya mengikuti ekstrakurikuler bola voli, kebetulan pujaan hatinya yaitu Widya juga mengikuti ekstrakurikuler tersebut, Setya berkata dalam hati kita memang sudah cocok Wid. Saat voli Setya masih malu-malu sama Widya, kadang-kadang dia dan Widya juga saling berpandangan saat voli. Setya sudah kenal temannya Widya yang bernama vita, akhirnya dia meminta nomor hp Widya sama Vita karena Setya ingin sekali smsan dengan Widya. “Vit, kamu punya nomer hpnya Widya gak?”, Setya bertanya. Vita pun menjawab “hayo buat apa?”, “kalo ada kepentingan biar bisa dihubungi”, jawab Setya, “halah alesan, nih nomernya”, kata Vita. “makasih ya” jawab Setya.

Malam harinya setelah pulang voli, Setya langsung mencari hpnya, tetapi hpnya sudah habis batrainya sehingga belum bisa sms Widya. Setya langsung mencari charger, setelah itu hpnya lalu dicharge. Setya langsung menghidupkan hpnya dan langsung sms Widya. Pertama kali dia hanya menyapa Widya, “Selamat malam Wid”. Ternyata Widya pun membalas sms Setya “Selamat malam juga, maaf ini siapa ya?”, “ini Setya” jawab Setya, Setya sangat senang sampai-sampai dia ketawa sendiri sehingga diejek sama adiknya gila. Malam itu Setya dan Widya smsan hingga larut malam.

            Keesokan harinya dia semakin blak-blakan sama temannya. Dia mulai ngobrol bareng sama Widya hingga teman-temannya menjodoh-jodohkannya. Pada saat pelajaran Bahasa Inggris Setya disuruh maju untuk menjawab pertanyyaan dari temannya, lalu Richard bertanya “what your opinoan about Widya” semua murid bersorak “cie..cieee”, Setya lalu menjawab “she is my special one’s”, semua teman sekelasnya bersorak semakin keras “ihiyy..ciieee..cieee”, Widya pun hanya senyum untuk menyembunyikan kemaluannya.

            Setya dan Widya kebetulan memilih pelajaran bahasa yang sama yaitu Bahasa Jepang. Siang hari ketika pelajaran Bahasa Jepang, dia diejek-ejek dan dijodohkan lagi sama teman-teman sekelasnya. Ketika itu sensei (guru bahasa Jepang) dengar, lalu sensei berkata “saya hanya bisa merestui hubungan kalian”, semua murid tertawa terbahak-bahak dan kembali menyorakinya. Setya hanya tersenyum malu, begitu juga si Widya.

            Akhirnya teman-teman pun juga merestui hubungan Setya dengan Widya, tetapi ada salah satu teman Setya yang dekat dengan Widya, dia bernama Diki. Sebenarnya Diki sudah dari dulu suka sama widya, tetapi semua teman sekelasnya belum tau bahwa Diki suka sama Widya dari dulu. Ternyata pada saat pelajaran bahasa inggris kemarin dia menyembunyikan kecemburuannya dengan bermain laptop. Awalnya hubungan Setya dengan Widya masih baik-baik aja, tetapi pada suatu malam saat Setya sms Widya, Widya mengatakan yang sebenarnya, dia mengatakan bahwa dia tidak ada rasa dengan si Setya, “Setya, maafin aku ya, kita berteman saja dan gak lebih dari itu”, dia lalu meminta maaf kepada Setya”Maafin aku ya”. Setya langsung bad mood, dia menghentikan kegiatan belajarnya, lalu dia lansung tidur dan memakai selimutnya. Setya lalu menjawab smsnya “kanapa e Wid kok kamu jadi gitu”, sambil menunggu smsnya dijawab dia merenungi nasibnya, dia hanya bisa melamun, hatinya hancur berkeping-keping, seketika hpnya bordering, dia berharap itu sms dari Widya, setelah dibuka ternyata hanya sms dari temannya yaitu si Adi, dia bertanya ada PR gak besok “ada PR gak bro?”. Setya semakin jengkel tetapi dia hanya bisa memendam rasa jengkel tersebut. Ternyata Widya sudah nyuekin Setya. Setya lalu mencari tahu di facebooknya Widya. Setelah scroll ke bawah Setya menemukan komen-komenan antara Widya dan Diki, lalu Setya semakin sakit hati dia hanya bisa menangis dan merenung di atas kasurnya, lama-lama dia mulai ngantuk dan dia tertidur.


            Pagi hari saat bangun tidur Setya langsung sholat subuh, setelah selesai sholat dia baru teringat kesedihannya semalam, dia menjadi bad mood dan males masuk sekolah, tetapi demi menuntut ilmu ia tetap berangkat sekolah. Sesampainya di sekolah dia tidak sepeerti biasanya, dia berubah, suka menyendiri di dekat jendela. Ternyata si Adi sudah tau bahwa Widya dekat dengan Diki, karena Diki sudah pernah curhat tentang Widya sama Adi. Diki pernah curhat bahwa dia bingung memilih antara Widya dan Suci teman smpnya dulu. Adi hanya diam saja ketika kelakuan Setya berbeda. Teman-temannya juga memperhatikan bahwa Setya akhir-akhir ini kelihatan beda, Adi lalu menjelaskan bahwa ternyata Widya dekat dengan Diki “eh sekarang Diki dekat sama Widya lho”, Setya hanya menjawab “biarin”, bukannya menenengkan perasaan perasaan Setya, teman-temannya malah mengejek Setya dengan berbagai cara. Ada yang menyanyi, ada juga yang langsung blak-blakan. Setya hanya bisa tersenyum malu, tetapi karena setiap hari diejek dia malah sudah bisa move on dan sudah ikhlas pujaan hatinya direbut sahabatnya. Diki juga tidak melanjutkan hubungannya dengan Widya karena perasaan tidak enak yang menghantuinya karena Widya sudah memilih sahabatnya. Akhirnya sekarang semuanya suda baikan lagi dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan biasa, tetapi Setya masih sering galau menyendiri merenungi nasibnya, Widya juga masih sering saling bertatapan dengan Diki maupun Setya, sedangkan Diki hanya cuek aja.